Theurbanmama

Cara Mengenalkan Uang pada Anak

Senin, 20 November 2017

Beberapa minggu lalu saya sempat mengikuti sharing financial planning dari Mbak Kikau. Yang membuat saya tertarik adalah salah satu topik tentang cara beliau mengenalkan uang kepada putrinya yang berusia enam tahun. Saya ingin berbagi pengetahuan yang saya dapatkan dari Mbak Kikau kepada urban mama.

Menurut Mbak Kikau, memang belum ada cara atau patokan yang pasti untuk mengenalkan uang kepada anak-anak. Jadi yang ia sampaikan adalah sharing pengalaman selama ini dengan anaknya. Pembahasan tentang hal ini dimulai saat ada seorang peserta yang bertanya bagaimana cara membatasi keinginan anak saat diajak belanja bersama. Selama ini ia sering akhirnya “mengalah” dan membelikan apa yang diminta anaknya dengan alasan kasihan atau takut si kecil menangis.

Ternyata cara yang tepat adalah dengan mengenalkan uang pada anak, agar mereka paham bagaimana cara kerja uang. Tujuannya, anak-anak bisa memiliki pemahaman yang baik tentang uang, sehingga mampu mengelola uang dengan baik.

Beberapa poin yang menjadi catatan saya:

1. Uang anak adalah uang anak (bukan uang orangtuanya)

Jadi kalau anak-anak mendapatkan uang, sebaiknya uang itu disimpan atas nama anak, bukan digunakan oleh orangtuanya. Kita bisa menabungkan uang itu untuk diberikan saat si anak sudah mengerti uang.

2. Beri pemahaman tentang tujuan keuangan

Untuk apa kita punya uang? Anak-anak perlu mengerti cara mengelola uang. Anak-anak juga perlu diberi tahu bahwa dalam uang kita ada rezeki orang lain (masukkan konsep zakat dan konsep sedekah) yang harus kita berikan kepada orang yang berhak menerimanya. Ajak anak untuk melihat proses pemberiannya.  

Selain itu, kita bisa juga bertanya pada anak, “Ini uangmu mau untuk apa?” Ajari dan bimbing anak untuk konsisten menyimpan uangnya sampai terkumpul untuk memenuhi tujuan yang sudah ia putuskan.

3. Beri pengertian bahwa untuk mendapatkan uang perlu usaha

Mungkin si kecil pernah berkata, “Kalau uang Mama habis, kan tinggal ambil saja di ATM!” Anak-anak yang pernah melihat orangtuanya mengambil uang di ATM akan mengira ATM sebagai sumber uang. Kita perlu memberikan pengertian bahwa uang yang kita ambil di ATM adalah uang tabungan kita sendiri, yang didapat dari hasil bekerja.

Sesekali ajaklah si kecil ke tempat kita bekerja, agar mereka bisa melihat langsung dan memahami uang didapat jika kita bekerja. Anak-anak yang sudah lebih besar, bisa diajak untuk berjualan atau mendapatkan uang dari hasil karyanya.

4. Beri teladan dengan sikap kita saat menggunakan uang

Saya sendiri terkadang suka malu karena ketahuan sedang melihat-lihat barang-barang di Instagram, dan ia berkata, “Umi mau beli apa?” Atau si kecil juga suka protes saat saya mendapatkan kiriman paket hasil belanja online.

Hal-hal seperti ini ternyata akan terekam di benak si kecil. Wah, ternyata begini ya cara menggunakan uang. Saya sendiri masih berusaha untuk bisa bijak menggunakan uang. Membuat daftar belanjaan bersama anak adalah salah satu cara yang bisa dipraktikkan saat ingin mengenalkan uang kepada anak. Anak-anak perlu tahu bahwa jumlah uang yang kita miliki itu terbatas, jadi harus dikelola dengan benar agar tidak lebih besar pengeluaran dibandingkan penghasilan.

Mbak Kikau juga menjelaskan, sebagai orangtua kita tidak boleh mempersempit tujuan keuangan anak. Dulu saat kita kecil, kalau punya uang pasti diarahkan untuk ditabung. Hasil tabungannya kadang memang kita nikmati dan kadang tidak. Kurangnya kebebasan memutuskan penggunaan uang sendiri membuat banyak orang dewasa yang kurang tepat dalam mengelola keuangan: ada yang terlalu pelit atau terlalu boros. Anak yang sudah terbiasa mengenal uang sejak dini, menjadi bekal bagus untuk masa depannya. Tujuan keuangan anak tidaklah selalu untuk menabung. Yuk, urban mama, kita kenalkan anak pada karakter uang agar mereka kelak bisa mengelola uang dengan baik.

Related Tags : ,,,
Apa Reaksi Anda ?
7 Comments
Post a Comment
You must be in to post a comment.